Dukung Pembangunan Infrastruktur dan Penataan Kawasan: Dirjen PTPP Ungkap Capaian Pengadaan Serta Konsolidasi Tanah Nasional
JAKARTA | https://voicepost.id/wp – Rabu, 21 Oktober 2026. Memasuki dua tahun perjalanan Kabinet Merah Putih, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional melalui penyediaan lahan yang kredibel serta penataan kawasan yang terencana. Berbagai realisasi penting dicatat, mulai dari pengadaan tanah untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga pelaksanaan konsolidasi tanah di berbagai wilayah.
Realisasi Pengadaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional (PSN)
Hingga Oktober 2026, pengadaan tanah untuk kepentingan umum guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur terus dikebut. Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026), Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Dirjen PTPP), Arief Muliawan, memaparkan bahwa total realisasi pengadaan tanah telah mencapai 159.662 bidang dengan luas mencapai 22.966,62 hektare.
Mengenai capaian persentase dari target yang telah ditetapkan tersebut, Dirjen PTPP Arief Muliawan menyampaikan:
“Realisasi bidang pengadaan tanah untuk kepentingan umum telah mencapai 74,68% dari target 213.798 bidang, sedangkan capaian luas tanah mencapai 61,03% dari total target 37.629,27 hektare.”
Capaian Program Konsolidasi Tanah untuk Penataan Kawasan
Selain pengadaan tanah, Kementerian ATR/BPN aktif melaksanakan program konsolidasi tanah guna menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar selaras dengan Rencana Tata Ruang (RTR). Penataan kawasan ini dijalankan secara bertahap untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Terkait akumulasi penyelesaian program konsolidasi tanah dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Arief Muliawan menjelaskan:
“Dalam kurun waktu dua tahun, sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2026, kita berhasil menyelesaikan konsolidasi tanah sebanyak 6.167 bidang yang tersebar di 47 lokasi.”
Lebih lanjut, beliau merinci pencapaian tersebut ke dalam dua periode tahunan:
”Capaian konsolidasi tanah tersebut terdiri atas 3.913 bidang di 26 lokasi pada periode Oktober 2024-Oktober 2025, dengan realisasi 85,75%. Sementara itu, pada periode Oktober 2025-Oktober 2026, konsolidasi tanah mencapai 2.254 bidang di 21 lokasi, dengan realisasi 79,62%.”
Melalui sinergi antara pengadaan tanah untuk infrastruktur dan konsolidasi tata ruang kawasan, Kementerian ATR/BPN terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, menjamin kepastian hukum hak atas tanah, serta mewujudkan pelayanan publik yang profesional dan terpercaya.
(Editor: joko)
(Sumber: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional)
