Pesan Pastor Pius Heljanan, MSC tentang Waktu Bersama Tuhan dan Sesama
LAURAN, voicepost.my.id – Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, menyampaikan ajakan mendalam mengenai pentingnya membangun relasi yang bermakna dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan quality time atau waktu berkualitas, baik bersama Tuhan maupun sesama di tengah dinamika kesibukan zaman sekarang.
Dua Sikap dalam Melayani dan Mendengarkan
Dalam renungannya yang mengutip Kitab Suci Injil Lukas (Luk. 10:38-42), Pastor Pius mengisahkan kembali teladan dari Marta dan Maria saat menyambut kehadiran Yesus di rumah mereka. Saat itu, Marta disibukkan oleh berbagai urusan pelayanan, sementara Maria memilih untuk duduk di dekat kaki Tuhan guna mendengarkan Sabda-Nya.
Menurut beliau, kedua cara hidup tersebut sejatinya merupakan hal yang baik dalam kehidupan rohani, namun Maria dinilai telah memilih bagian yang terbaik.
Pentingnya Kehadiran dan Interaksi dari Hati ke Hati
Pastor Pius menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam kehidupan orang beriman, sangat penting untuk mewujudkan waktu yang benar-benar berkualitas. Hal tersebut diwujudkan melalui momen kebersamaan yang diisi dengan perhatian penuh, kehadiran emosional, serta keterlibatan aktif.
“Dalam hidup orang beriman, perlu kita wujudkan ‘quality time’ waktu berkualitas: momen kebersamaan saling memberi perhatian penuh, kehadiran secara emosional, dan interaksi dari hati ke hati. Kita hadir, mendengarkan, terlibat aktif, ada percakapan dari hati ke hati dalam diam,” ungkap Pastor Pius Heljanan, MSC.
Menyediakan Waktu Terbaik untuk Tuhan dan Orang Terkasih
Beliau juga menyoroti fenomena sosial saat ini, di mana banyak orang terjebak dalam rutinitas dan kesibukan yang padat. Kondisi ini acap kali membuat seseorang tidak memiliki cukup waktu untuk pasangan, anak-anak, maupun orang-orang terkasih. Bahkan, waktu untuk Tuhan pun sering kali hanya tersisa dari sisa-sisa kesibukan harian.
Oleh karena itu, Pastor Pius mengajak seluruh umat untuk kembali menata prioritas hidup dengan menyediakan waktu terbaik, bukan sekadar waktu luang atau sisa.
“Mari dalam kesibukan, kita ciptakan waktu terbaik bersama Tuhan dan orang-orang yang kita cintai. Sesibuk apa pun, ingatlah ada orang-orang yang menanti kehadiran dan sapaanmu. Tuhan juga menanti kehadiranmu. Jangan lupa Tuhan dan sesama dalam hidupmu,” pesan beliau mengakhiri renungannya.(jk)
