Senyum Misa Pagi di Paroki Olilit Barat: Investasi Rohani Anak-Anak dan Buah Kesetiaan Melayani
Voice Post – Olilit Barat | Suasana Misa Pagi di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (29/09/2026), terasa begitu hangat dan menyejukkan sanubari. Bertepatan dengan Pesta Malaikat Agung Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael—sekaligus Penutupan Novena Santo Padre Pio—antusiasme anak-anak dan para orang tua terpancar jelas saat mereka berhimpun di rumah Tuhan.
Mengusung tema “Para Utusan Surga” yang terinspirasi dari Injil Yohanes 1:47-51, umat diajak menyadari peran malaikat dan setiap utusan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana anak-anak misdinar yang setia menjadi utusan kecil di seputar altar.
Wujud Kasih untuk Delapan Pelayan Altar Kecil
Sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan delapan anak hebat yang tanpa lelah bertugas melayani altar sepanjang Novena Santo Padre Pio, Pastor Paroki memberikan perhatian kasih berupa uang transportasi dan uang jajan sekolah. Langkah kecil ini bukan sekadar hadiah materi, melainkan wujud dukungan nyata agar semangat melayani Tuhan senantiasa membakar dada mereka, baik di dalam gereja maupun saat menuntut ilmu di sekolah.

Menyemaikan Investasi Rohani Sejak Dini
Melibatkan anak-anak tingkat SD, SMP, hingga SMA dalam doa Novena sejak dini merupakan investasi rohani yang sangat berharga. Kebiasaan bangun pagi dan bersiap melayani melatih rasa tanggung jawab serta kedisiplinan. Di tengah gempuran teknologi dan maraknya penggunaan gawai, Novena menjadi oase bagi anak-anak untuk belajar berdoa, mendengar suara Tuhan, serta mengenal keteladanan para kudus seperti Santo Padre Pio sebagai perisai iman mereka.
Kehadiran Orang Tua sebagai Teladan Utama
Kehadiran para orang tua di samping anak-anak selama Misa dan Novena menunjukkan bahwa teladan iman pertama bermula dari rumah.
”Anak-anak tidak hanya mendengarkan apa yang kita katakan, tetapi melihat apa yang kita lakukan. Ketika kita mendampingi mereka ke gereja, kita sedang menuntun langkah mereka menuju jalan keselamatan,” ungkap salah satu orang tua penuh haru.
Pengorbanan waktu dan tenaga untuk hadir di Misa Pagi diyakini akan berbuah manis. Nasihat bijak pun terpatri agar anak-anak tidak pernah jemu datang kepada Tuhan, sebab doa seorang anak yang tulus adalah kekuatan besar bagi keluarga.
Pesan Keteladanan Pastor Paroki
Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, menyampaikan pesan keteladanan mendalam bagi seluruh umat. Ia mengingatkan bahwa seperti Malaikat Mikael, Gabriel, dan Rafael, serta Santo Padre Pio yang tekun berdoa, setiap umat—khususnya para misdinar—dipanggil menjadi penyampai kabar baik dan pelindung kebaikan di lingkungan sekitar.
”Kesetiaan bertugas melayani altar di pagi hari adalah awal dari kesetiaan yang lebih besar dalam hidup bermasyarakat kelak,” tutur RD Ponsianus Ongirwalu seraya menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para orang tua yang senantiasa mendorong dan mendampingi anak-anaknya mendekatkan diri kepada Tuhan.
Semoga semangat Santo Padre Pio dan perlindungan Para Malaikat Agung senantiasa menaungi anak-anak misdinar, keluarga, dan seluruh Umat Paroki HKY. Ratu Norkit Monuk Dedesar, Ubilaa Naflahar Ita Didtinemun. Kidabela. Salve.
(Sumber: RD Ponsianus Ongirwalu / Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat)
(Editor: johanis kopong)
