Perkuat Sinergitas dan Toleransi, Kompol Wilhelmus Minanlarat Hadiri Perayaan Sakramen Krisma di Gereja Santo Matias
SAUMLAKI | voicepost.id — Minggu, 25 Oktober 2026. Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus B. Minanlarat, S.H., menghadiri perayaan Misa Kudus penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Katolik Santo Matias, Saumlaki, Minggu (25/10/2026) pagi.
Perayaan sakramen yang menjadi momen penuh makna bagi umat Katolik Paroki Santo Matias Saumlaki tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Diosis Amboina, Yang Mulia Mgr. Seno Ngutra.
Wujud Humanis Melalui Program Minggu Kasih
Kehadiran orang nomor dua di jajaran Polres Kepulauan Tanimbar ini merupakan bagian dari pelaksanaan program “Minggu Kasih”. Program inisiatif humanis tersebut rutin digelar Polres Kepulauan Tanimbar guna mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memastikan iklim keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama peribadatan berlangsung.
Selain mengikuti prosesi misa yang berlangsung khidmat, Wakapolres yang didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres beserta personel jajaran turut memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan ketat dan lancar.

Serap Aspirasi dan Perkuat Spiritual Umat
Di sela-sela kegiatan, Wakapolres Kepulauan Tanimbar menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah peribadatan keagamaan bukan sekadar bentuk pengamanan fisik semata. Lebih dari itu, hal ini menjadi wujud nyata kepedulian institusi terhadap penguatan spiritualitas dan soliditas kemasyarakatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
”Melalui program Minggu Kasih ini, kami berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog yang humanis demi mendengar langsung aspirasi, keluhan, serta masukan dari para tokoh agama dan umat guna menjaga stabilitas kamtibmas yang tetap kondusif,” ujar Kompol Wilhelmus B. Minanlarat.
Ajak Generasi Muda Menjadi Agen Kedamaian
Lebih lanjut, Kompol Wilhelmus Minanlarat mengungkapkan bahwa sinergitas yang terjalin erat antara kepolisian, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam merawat toleransi serta menjaga kedamaian di Bumi Duan Lolat.
Ia juga mengajak seluruh umat yang hadir, khususnya para generasi muda yang baru saja menerima Sakramen Krisma, untuk menjadi pembawa kedamaian di lingkungan sekitar.
”Para penerima Sakramen Krisma diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian, serta aktif membentengi diri dari pengaruh negatif seperti penyebaran berita bohong (hoax), konsumsi minuman keras, dan tindakan lain yang dapat merusak ketertiban umum,” pungkasnya.
(Editor: joko)
(Sumber: Tribratanews.polrestanimbar.com)
