Pesan Belas Kasih Pastor Pius Heljanan, MSC: Berinisiatif Berbuat Baik Tanpa Membeda-bedakan
LAURAN, Voice Post – Senin, 5 Oktober 2026. Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, mengajak umat untuk senantiasa menumbuhkan rasa belas kasih yang tulus di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menembus Tembok Pemisah dengan Belas Kasih
Menurut Pastor Pius, ketulusan dan kepedulian antar sesama kini menjadi hal yang cukup menantang untuk ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena kehidupan modern kerap membuat sebagian orang lebih menonjolkan ego serta sibuk membangun tembok pemisah ketimbang membangun jembatan penghubung antar sesama.
Ia mengingatkan bahwa perumpamaan kisah “Orang Samaria yang Baik Hati” sebagaimana terdapat dalam Kitab Suci (Lukas 10:25-37) dapat menjadi cermin pembelajaran bersama. Jika jujur, banyak orang saat ini yang menunjukkan kepedulian hanya karena masih memiliki ikatan tertentu, seperti hubungan keluarga, kesamaan golongan, ras, agama, status sosial, hingga kesamaan visi, bahkan demi mencari keuntungan diri.
Berinisiatif Menjadi Sesama bagi yang Membutuhkan
Lebih lanjut, Pastor Pius menekankan pentingnya mengubah sudut pandang dalam mengasihi. Fokus utama bukanlah menuntut orang lain untuk berbuat baik terlebih dahulu, melainkan bagaimana diri sendiri berinisiatif mengambil langkah nyata.
“Bukan siapa sesamaku yang harus aku kasihi, tapi apakah aku sudah jadi sesama bagi orang lain. Jangan tuntut orang lain lebih dulu berbuat baik, tapi kitalah yang harus berinisiatif berbuat baik,” ujar Pastor Pius Heljanan, MSC.
Ia mengingatkan agar umat tidak lagi berfokus pada pertanyaan tentang siapa yang harus dikasihi, melainkan peka terhadap kebutuhan orang-orang di sekitarnya.
“Jadi jangan tanya siapa yang harus aku kasihi, tapi ‘luka’ siapa yang harus aku balut hari ini. Mungkin di sekitarmu ada orang yang lapar, sakit, ditinggalkan, direndahkan. Mereka terkapar butuh bantuanmu. Bila mau jadi sesama baginya, tunjukkan belas kasihmu tanpa melihat perbedaan,” tegasnya.
Belas Kasih yang Mewujud dalam Perbuatan
Sebagai penutup, beliau menyampaikan ajakan moral agar nilai-nilai kebaikan tidak hanya berhenti sebagai gagasan atau sekadar wacana di bibir saja, melainkan diejawantahkan secara riil dalam aksi nyata kepedulian sosial.
“Belas kasih tidak berakhir pada kata, tapi harus mewujud dalam perbuatan nyata. Hari ini, dirimu Orang Samaria bagi yang membutuhkan pertolongan,” pungkas Pastor Pius.(jk)
