Pastor Pius Heljanan, MSC Ajak Umat Mensyukuri Titipan Tuhan
SAUMLAKI | https://voicepost.my.id – Sabtu, 4 Oktober 2026. Pastor Pius Heljanan, MSC, sebagai Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, mengajak umat untuk melihat kembali segala sesuatu yang dimiliki dalam kehidupan sebagai anugerah sekaligus titipan Tuhan.
Pesan tersebut disampaikan melalui refleksi rohani yang bertolak dari bacaan Injil Matius 21:33-43 tentang perumpamaan kebun anggur. Dalam perumpamaan itu, para penggarap mendapat kepercayaan untuk mengelola kebun anggur, tetapi kemudian bertindak seolah-olah kebun tersebut menjadi milik mereka sendiri.
Jangan Terjebak pada Rasa Memiliki
Pastor Pius menjelaskan, manusia dalam kehidupan sehari-hari juga dapat terjebak pada sikap serupa ketika mulai merasa memiliki secara mutlak segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan.
”Terkadang kita orang beriman berperilaku seperti para penggarap itu. Muncul rasa memiliki, sombong atas semua hal yang ada pada kita saat ini: pasangan hidup, anak-anak, harta, kekuasaan, jabatan, dan lain-lain,” demikian refleksi Pastor Pius.
Menurutnya, manusia terkadang menganggap keberhasilan yang dimiliki semata-mata merupakan hasil kehebatan, perjuangan, dan pengorbanan pribadi. Padahal, dalam perspektif iman, setiap keberhasilan dan berkat yang diterima tetap merupakan bagian dari anugerah Tuhan.
Dipercayakan untuk Dijaga dan Dikembangkan
Pastor Pius mengingatkan bahwa keluarga, harta benda, pekerjaan, jabatan maupun berbagai bentuk kepercayaan yang diterima manusia bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki secara mutlak.
”Sadarilah, hidupmu, keluargamu, harta, jabatan, dan lain-lain, itu semua anugerah Tuhan,” pesannya.
Karena itu, manusia dipanggil untuk menjalankan tanggung jawab dengan baik atas segala sesuatu yang dipercayakan kepadanya. Apa yang diterima hendaknya dijaga, dirawat dan dikembangkan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Dalam konteks tersebut, keberhasilan tidak semestinya menjadi alasan untuk menyombongkan diri. Sebaliknya, setiap pencapaian dapat menjadi kesempatan untuk semakin menyadari tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama.
Belajar Bersyukur atas Setiap Anugerah
Refleksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia memiliki batas. Apa yang dimiliki saat ini pada waktunya akan kembali kepada Tuhan.
”Saatnya semua akan kembali pada Tuhan. Jadi gunakan kepercayaan Tuhan atas segala pemberian-Nya dengan benar. Jangan lupa bersyukur atas setiap anugerah Tuhan dalam hidupmu,” ungkap Pastor Pius.
Pesan itu mengajak umat untuk membangun sikap rendah hati, bertanggung jawab dan penuh rasa syukur. Segala sesuatu yang dipercayakan dalam kehidupan, baik keluarga, harta, pekerjaan maupun jabatan, hendaknya digunakan bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Refleksi Pastor Pius Heljanan, MSC tersebut bersumber dari Injil Matius 21:33-43, yang mengingatkan umat bahwa manusia pada hakikatnya adalah pengelola atas apa yang dipercayakan Tuhan, bukan pemilik mutlak atas segala sesuatu yang dimilikinya.
penulis: johanis kopong
