Gema Renungan dari Manila: Memeluk Kesederhanaan Iman di Tengah Riuk Dunia

Gema Renungan dari Manila: Memeluk Kesederhanaan Iman di Tengah Riuk Dunia

Spread the love

 

​Manila, Filipina | voicepost.id – Senin, 31 Agustus 2026. ​Di tengah dinamika zaman yang serba cepat dan menuntut kepastian intelektual, manusia sering kali terjebak pada kilau pencapaian lahiriah. Namun, dari sudut tenang Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, tersiar sebuah warta reflektif yang mengajak umat untuk sejenak mengheningkan cipta dan kembali merenungi hakikat iman Katolik yang sejati.

​Renungan harian “Sejenak Sabda” pada Pekan Biasa XXII ini berakar dari pendalaman Suratan Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1 Kor 2:1-5) serta Injil Suci menurut Lukase (Luk 4:16-30). Kedua perikop tersebut mempertegas bahwa inti dari seluruh peziarahan hidup beriman tidak terletak pada megahnya retorika manusiawi, melainkan pada Misteri Paskah—yakni sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus.

​Pastor Mahasiswa UST Manila, RD. Domincs Baldawins Masriat, menegaskan pentingnya menjaga fokus hidup di tengah godaan distraksi duniawi yang kian memukau.

​”Inti iman Katolik adalah Misteri Paskah — sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus. Oleh karena itu, kita diajak untuk tidak terdistraksi oleh hal-hal duniawi yang tampak memukau, melainkan tetap memusatkan seluruh hidup, pelayanan, dan keputusan kita pada kasih serta pengorbanan Kristus di salib,” ujar RD. Domincs Baldawins Masriat saat memberikan keterangannya dari Kompleks Central Seminary UST Manila.

​Lebih jauh, tulisan ini menggarisbawahi keutamaan kesadaran diri akan segala keterbatasan manusiawi. Sebagaimana Rasul Paulus yang tidak mengandalkan kepandaian retorika maupun kedudukan sosial, umat beriman diajak untuk merawat kesederhanaan hati di hadapan Sang Pencipta.

​”Kesadaran akan keterbatasan dan kelemahan diri adalah sikap hati yang sangat dihargai dalam tradisi Katolik. Paulus tidak mengandalkan kepintaran atau status sosialnya. Oleh karena itu, kita dipanggil untuk tidak sombong atas bakat, jabatan, atau pencapaian kita, melainkan selalu menyadari bahwa tanpa rahmat Allah, kita tidak dapat berbuat apa-apa,” tuturnya.

​Keautentikan hidup beriman kerap kali berbicara jauh lebih keras dibandingkan wacana akademis yang rumit. Dalam tataran praktis, kesaksian iman membutuhkan perwujudan konkret dalam tindakan ketimbang sekadar kepiawaian bersilat lidah. Kasih, kejujuran, serta kepedulian nyata kepada mereka yang rentan, miskin, dan tertindas merupakan wujud paling murni dari pewartaan Kabar Baik.

​”Kesaksian iman tidak selalu membutuhkan kepandaian bersilat lidah atau argumen intelektual yang rumit. Yang paling berdaya pikat adalah tindakan nyata yang dijiwai oleh kasih dan kejujuran. Kesederhanaan hidup dan keautentikan iman jauh lebih berdampak ketimbang sekadar kepandaian berbicara,” tambah RD. Domincs.

​Beliau juga mengingatkan agar iman tidak berhenti pada retorika kognitif, melainkan berbuah dalam aksi sosial yang membebaskan dan menghadirkan keadilan. Umat Katolik dipanggil untuk tidak menghakimi atau menolak kebenaran hanya berdasarkan sekat-sekat latar belakang, status sosial, atau penampilan luar sesama.

​”Iman kita harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Oleh karena itu, sebagai orang Katolik, kita dipanggil untuk menjadi saluran pembebasan, penghiburan, dan keadilan bagi mereka yang miskin, menderita, terasing, atau tertindas secara fisik maupun spiritual. Hendaklah kita berusaha agar tidak menilai sesama atau menolak kebenaran hanya karena latar belakang, status sosial, atau penampilan luar seseorang,” tegasnya penuh kehangatan.

​Rangkaian permenungan penuh kedalaman spiritual ini ditutup dengan untaian doa dan harapan agar setiap langkah hidup umat beriman sentiasa dinaungi keberkahan Ilahi.

​”Ya Allah, berkatilah kami agar kami senantiasa menjadi saluran berkat bagi sesama. Semoga kasih Allah memberkati kita selalu,” tutup RD. Domincs Baldawins Masriat mengakhiri pesan pastorilnya.

​Editor: joko

(Sumber: Keterangan Resmi Pastor Mahasiswa UST Manila, RD. Domincs Baldawins Masriat, bertempat di Central Seminary UST Manila, Filipina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *