Pastor Pius Heljanan, MSC: Hadirkan Kerajaan Allah Lewat Teladan Hidup

Pastor Pius Heljanan, MSC: Hadirkan Kerajaan Allah Lewat Teladan Hidup

Spread the love

voicepost.id/wp | Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku | Senin, 27 Juli 2026 – Kerajaan Allah tidak selalu hadir melalui peristiwa-peristiwa besar yang mengundang perhatian banyak orang.

Sebaliknya, Kerajaan Allah bertumbuh dalam kesederhanaan, melalui perubahan hati, keteladanan hidup, dan tindakan kasih yang dilakukan secara tulus setiap hari.

Pesan itulah yang ditegaskan Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dalam refleksi rohaninya yang bersumber dari Injil Matius 13:31–35.

Kerajaan Allah Bertumbuh Melalui Proses
Mengangkat perumpamaan Yesus tentang biji sesawi dan ragi, Pastor Pius menjelaskan bahwa pertumbuhan Kerajaan Allah tidak berlangsung secara instan.

Sebagaimana biji sesawi yang kecil namun kelak menjadi pohon yang besar, demikian pula ragi yang sedikit tetapi mampu mengembangkan seluruh adonan, iman dan kasih memerlukan proses untuk bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupan.

“Kerajaan surga seumpama biji sesawi… seumpama ragi.”

Menurut Pastor Pius, setiap orang beriman dipanggil untuk menjadi seperti biji sesawi yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, dan keteduhan di tengah kehidupan keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.

Menjadi Pembawa Perubahan
Lebih jauh, Pastor Pius mengajak umat agar juga menjadi seperti ragi yang membawa pengaruh positif bagi sesama.

Kehadiran orang beriman hendaknya mampu mengubah suasana, memperbaiki relasi, membangkitkan harapan, serta menghadirkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita dipanggil menjadi sesawi: menghadirkan kedamaian, ketenangan dan keteduhan dalam hidup. Kita juga menjadi ragi: membawa perubahan, mengubah hati orang jahat menjadi baik, menerapkan cara berpikir positif dan mewujudkan nilai-nilai kasih.”

Refleksi tersebut mengingatkan bahwa kekuatan iman bukan diukur dari besarnya tindakan yang dilakukan, melainkan dari kesetiaan menjalankan kebaikan secara terus-menerus sehingga memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Memulai dari Tindakan Kecil
Pastor Pius menekankan bahwa menghadirkan Kerajaan Allah tidak harus menunggu kesempatan melakukan karya besar. Setiap tindakan sederhana yang dilakukan dengan kasih memiliki nilai yang besar di hadapan Tuhan dan mampu menjadi benih perubahan bagi sesama.

“Jangan menunggu melakukan tindakan-tindakan besar untuk menghadirkan Kerajaan Allah. Mulailah dengan melakukan tindakan kecil dengan cinta yang besar.”

Ia mengajak umat untuk memulai pembaruan dari diri sendiri melalui hidup yang baik, benar, dan penuh kasih. Keteladanan hidup, menurutnya, akan menjadi kesaksian yang mampu menginspirasi orang lain untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Menjadi Cermin Kasih Kristus
Di akhir refleksinya, Pastor Pius mengingatkan bahwa setiap pribadi beriman dipanggil menjadi cermin kasih Kristus di tengah dunia. Kehidupan yang dipenuhi kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama merupakan wujud nyata kehadiran Kerajaan Allah di tengah masyarakat.

“Awalilah dari dirimu dengan hidup baik dan benar, maka dirimu menjadi cermin kasih bagi hidup sesama.”

Pesan ini menjadi ajakan bagi seluruh umat untuk membangun kehidupan yang berakar pada kasih, sehingga setiap langkah dan tindakan menjadi kesaksian hidup tentang hadirnya Kerajaan Allah di tengah dunia.
(Editor: joko)
(Sumber: Refleksi Pastor Pius Heljanan, MSC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *