

Pasuruan Selasa (10/6) Di duga kurangnya pengawasan,dan di duga sebuah kelalaian,proyek pekerjaan TPT di dusun Krajan RT 05 RW 04 desa tambak Rejo kecamatan kraton Pasuruan,ASAL ASALAN
Pasalnya pekerjaan tersebut tanpa adanya pengawasan dan tidak menggunakan molen,dan yang paling nampak para pekerja pun tidak menggunakan safety(K3),sehingga terlihat sekali bahwa para pekerja bukan tenaga ahli,
Pekerjaan dengan sumber dana desa tersebut,DI anggarkan senilai Rp 189,760,000.menurut team ahli kami pekerjaan tersebut campuran /kombinasi antar pasir,air dan semen(luluh) sangat tidak sesuai.
Dan pemasangan batu nya pun tidak ada slip,artinya banyak rongga rongga yang nampak jelas,menurut Tirto Santoso ketua umum LSM GEMPAR(Gerakan masyarakat Pasuruan raya)
” Kalau pemasangan batunya sperti ini bagaimana bisa kuat?,seharusnya batu itu saling mengunci dan setiap baris baru itu menggunakan luluh,setalah beberapa baris dirasa cukup kering baru di tambah lagi atasnya,jangan sekaligus kayak gini,dan adukan nya juga tidak pakai molen,,ini gambar dan foto saya ambil pada tgl 14 mei lalu,kami sengaja membiarkan sampai saat ini,saya ingin melihat kinerja pemerintahan Pasuruan dan bagaimana pengawasan nya terkait dana pemerintah,karena sepertinya tidak ada pembenahan maka semua gambar dan bukti pekerjaan ini akan kami laporkan ke inspektorat untuk di periksa dan adakan cek lapangan”ujar pria berbadan tinggi besar tersebut dengan nada tegas
“Coba nanti kita lihat hasil monitor dan evaluasi nya,seperti apa inspektorat menilai kwantitas kwalitas pekerjaan, dengan anggaran dana desa”imbuhnya
Redaksi//
Voicepos.id
(Tirto)
