Menjaga Hati di Balik Sukacita Pelayanan

Menjaga Hati di Balik Sukacita Pelayanan

Spread the love

Melayani karena Cinta, Bukan Mengejar Pujian

​LAURAN | Voicepost.my.id – Sabtu, 3 Oktober 2026. Dalam kehidupan spiritual, keberhasilan melayani kerap membawa kebahagiaan tersendiri. Namun, di balik rasa syukur tersebut, ada batas tipis yang perlu dijaga agar tidak tergelincir pada rasa bangga diri yang berlebihan.

​Pesan mendalam ini disampaikan oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Merenungkan Injil Lukas 10:17-24 tentang kembalinya tujuh puluh murid dari tugas perutusan, beliau mengingatkan agar umat senantiasa menjaga keheningan dan keikhlasan hati dalam setiap karya.

​”Bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga,” kutip Pastor Pius Heljanan, MSC. Beliau menekankan bahwa kegembiraan sejati seorang pelayan tidak terletak pada besarnya pencapaian atau keberhasilan yang diraih, melainkan pada kemurahan hati Tuhan yang berkenan memakai manusia sebagai perpanjangan tangan-Nya.

​Dalam perenungan tersebut, Pastor Pius menyentuh sisi manusiawi yang kerap kali luput dari kesadaran. Ada kalanya seseorang tanpa sadar membangun kesombongan rohani—merasa bahwa kesuksesan usaha, kemudahan karier, atau terkabulnya doa terjadi semata-mata karena kerajinan dan kebaikan pribadinya dalam beribadah.

​Oleh karena itu, refleksi ini mengajak setiap pribadi untuk jujur bertanya pada diri sendiri: apakah kehadiran di tempat ibadah benar-benar didasari oleh rasa cinta kepada Tuhan, dan apakah pelayanan yang dilakukan bersumber dari ketulusan hati? Jangan sampai niat suci bergeser menjadi sekadar rutinitas formal atau sarana untuk mencari pengakuan dan pujian sesama.

​Ketulusan iman yang sesungguhnya justru diuji saat harapan belum terwujud, saat doa seolah belum terjawab, atau ketika tantangan hidup terasa berat. Kesetiaan untuk tetap berdoa, melayani, dan berbuat baik dalam situasi apa pun menjadi wujud nyata dari rasa syukur atas kebaikan Tuhan yang telah mencatat nama setiap hamba-Nya di surga.(oleh:johanis kopong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *