Menemukan Kasih Ilahi dalam Ziarah Iman: Ketika Tuhan Tak Pernah Membiarkan Manusia Berjalan Sendiri

Menemukan Kasih Ilahi dalam Ziarah Iman: Ketika Tuhan Tak Pernah Membiarkan Manusia Berjalan Sendiri

Spread the love

 

Menyemaikan Pengharapan di Lauran: Belajar Bebas dari Sombong, Takut, dan Kesedihan

​Voice Post – Desa Lauran | Di tengah riak gelombang kehidupan dan dinamika ziarah iman, manusia sering kali merasa berjalan sendirian menghadapi berbagai pergumulan. Padahal, dalam iman Kristiani, Allah senantiasa menyediakan penyertaan-Nya melalui para utusan surgawi yang hadir untuk mendampingi, menguatkan, serta melindungi setiap langkah hidup manusia.

​Pesan reflektif ini ditegaskan oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Pastor Umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Selasa (29/09/2026). Mengutip bacaan Kitab Suci, ia mengingatkan kembali janji penyertaan Allah bagi orang-orang beriman.

​”Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia,” ujar Pastor Pius merujuk pada Injil Yohanes 1:47-51.

​Ia menjelaskan bahwa malaikat adalah makhluk surgawi yang diutus Allah untuk berjalan bersama manusia dalam perziarahan iman di dunia. Secara khusus, gereja mengenal tiga Malaikat Agung yang memiliki peran dan warta ilahi masing-masing bagi perjalanan hidup manusia.

​Malaikat Agung pertama adalah Mikael, yang namanya berarti siapakah yang sama dengan Allah. Sosok ini dikenal sebagai pembela kaum beriman. Meskipun memiliki kedudukan sebagai Malaikat Agung, Mikael tetap pribadi yang rendah hati dan jauh dari kesombongan. Tugasnya adalah memberikan rasa aman bagi manusia dari ancaman musuh spiritual maupun cobaan hidup.

​Selanjutnya adalah Malaikat Gabriel, yang berarti kekuatan Allah. Gabriel dikenal sebagai pembawa kabar gembira yang mengabarkan bahwa Allah hadir dengan kekuatan ilahi-Nya untuk menyelamatkan manusia. Pesan utama yang selalu dibawanya menyentuh sanubari yang paling dalam: “Jangan takut.”

​Malaikat Agung ketiga adalah Rafael, yang bermakna Allah menyembuhkan. Rafael hadir sebagai wujud belas kasih Allah dengan melawat mereka yang terbaring sakit serta memulihkan jiwa-jiwa yang terluka oleh beban kehidupan.

​Melalui perenungan atas kehadiran ketiga Malaikat Agung ini, Pastor Pius mengimbau umat agar senantiasa menjaga keheningan hati dan melangkah dengan penuh kesederhanaan.

​”Sebagai manusia jangan sombong di hadapan Allah. Jangan takut akan masa depan dan jangan sedih karena sakit atau pergumulan. Tuhan selalu ada untukmu melalui para malaikat-Nya,” tutur Pastor Pius mengakhiri refleksinya.(jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *