Mengukir Jiwa Pemenang di Altar Milos

Mengukir Jiwa Pemenang di Altar Milos

Spread the love

​

​Mahkota Abadi di Balik Keteguhan Iman

​http://voicepost.id.wp | Saumlaki, Minggu, 6 September 2026 – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur melingkupi Ibadah Hari Minggu Raya di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos) Saumlaki, yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno. Alunan nada penyembahan dipandu oleh pelayan Tuhan, Bima Boritnaban, diselaraskan oleh harmoni tim singer serta iringan instrumen keyboard, drum, dan gitar. Lagu-lagu rohani bernuansa sukacita mengalun lembut, mengantar seluruh jemaat memasuki hadirat Tuhan dengan keheningan iman.

​Keteguhan Hati dan Mentalitas Pemenang

​Memasuki awal bulan ini, mimbar firman diisi oleh Pdt. Daniel Batmanlussy, S.Th., yang mengusung tema pemikiran tentang kualitas hidup orang beriman melalui tajuk “Mentalitas Seorang Pemenang.” Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa perbedaan fundamental antara kekalahan dan kemenangan terletak pada pembaruan budi serta keteguhan menguasai diri.

​Merujuk pada petikan Alkitab dalam 1 Korintus 9:9, 25, beliau menguraikan bahwa setiap pergumulan iman membutuhkan fokus dan kesungguhan yang utuh.

​“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi,” kutipnya di hadapan jemaat.

​Mengatasi Musuh-Musuh Rohani

​Lebih jauh, Pdt. Daniel Batmanlussy menggarisbawahi tantangan nyata yang dihadapi orang beriman, yakni musuh-musuh rohani yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti keinginan dan hawa nafsu, serta godaan duniawi yang kerap menawarkan hal-hal semu. Beliau membagikan refleksi pemikiran serta pengalamannya dalam merawat keteguhan pelayanan.

​“Saya sudah banyak kali dikecewakan, tapi saya tetap maju buat Tuhan,” tegasnya penuh keyakinan.

​Beliau mengingatkan agar jemaat tidak bersikap kompromistis terhadap nilai-nilai dunia, melainkan senantiasa kembali pada pilar Kitab Suci. Pertobatan dan ketaatan sejati menjadi kunci utama perubahan hidup yang menggerakkan sukacita surgawi.

​Kesetiaan Kesaksian dan Janji Pemulihan

​Dalam bagian selanjutnya, narasi khotbah mengulas pesan Kitab Maleakhi 3:6-12 mengenai pentingnya kesetiaan memberi, ketulusan persembahan, serta ketaatan atas ketetapan Tuhan. Penyerahan diri secara utuh diyakini membawa pemulihan serta keberkatan yang melimpah bagi persekutuan jemaat.

​Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan sakramen Perjamuan Kudus serta penyerahan persembahan jemaat yang berlangsung penuh keheningan dan keagungan.

​Pesan Persekutuan dan Penutup

​Seusai pemberitaan firman, worship leader mewakili seluruh jemaat menyampaikan apresiasi mendalam atas pelayanan yang telah disampaikan.

​“Atas nama jemaat, kami mengucapkan terima kasih kepada hamba Tuhan yang telah memberkati kami dengan kebenaran firman Tuhan,” ujarnya.

​Gembala bersama staf pelayan turut menyampaikan sambutan hangat kepada jemaat yang baru pertama kali hadir, menegaskan bahwa pintu gereja senantiasa terbuka untuk persekutuan selanjutnya. Informasi pelayanan kelompok sel (komsel) sepekan pun disalurkan melalui media komunikasi internal.

​Ibadah agung ini ditutup secara resmi melalui doa dan curahan keberkahan oleh Pdt. Daniel Batmanlussy, S.Th. Suasana kehangatan persekutuan berlanjut dalam sesi jamuan kasih makan bersama, dilanjutkan dengan agenda rapat pembentukan panitia perayaan Natal 25 Desember 2026. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan saling berjabat tangan, melangkah pulang membawa kedamaian dan sukacita sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *