“Swadaya Masyarakat RW 08 Pasir Agung: Membangun Jalan di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah”

“Swadaya Masyarakat RW 08 Pasir Agung: Membangun Jalan di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah”

Spread the love

PASIR AGUNG – Rokan hulu (Voice post.id) Semangat gotong royong terpancar jelas di lingkungan RW 08, Desa Pasir Agung kecamatan Bangun purba, pada Jumat siang ini. Usai menunaikan ibadah salat Jumat, warga dari RT 15 dan RT 16 berkumpul dengan satu tujuan mulia: melakukan semenisasi jalan secara swadaya demi memastikan akses mobilitas mereka tetap layak huni.

Kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan menjadi pemicu utama aksi ini. Setiap kali musim hujan tiba, derasnya arus air kerap membawa material tanah yang mengakibatkan jalan rusak parah dan sulit dilalui, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang melintas setiap hari.

Inisiatif dari Kebun Sawit Lingkungan

Ketua RW 08, Bapak Suyadi, mengonfirmasi bahwa seluruh pendanaan pembangunan ini bersumber dari kas koperasi lingkungan. Dana tersebut merupakan hasil pengelolaan kebun sawit seluas satu hektar yang dikelola secara mandiri oleh warga RT 15 dan RT 16.

“Kami mengumpulkan sumber daya yang ada untuk membeli semen, pasir, dan batu. Semuanya dikerjakan bersama-sama secara manual, termasuk perbaikan parit yang tersumbat agar aliran air tidak lagi merusak badan jalan,” ujar Suyadi saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan.

Pembangunan yang dilakukan membentuk pola ‘L’ pada titik krusial di jalur tanjakan. Strategi ini diambil untuk memecah arus air hujan yang selama ini menjadi penyebab utama pengikisan jalan tanah di wilayah tersebut.

Menanti Pemerataan Pembangunan dari Desa dan Daerah

Meski antusiasme warga terlihat tinggi dalam balutan canda tawa dan suguhan sederhana khas gotong royong, terselip sebuah harapan besar di balik keringat mereka. Masyarakat menyayangkan minimnya sentuhan dana desa untuk pembangunan di wilayah RT 15 dan RT 16.

Hingga saat ini, jalan poros yang menjadi urat nadi aktivitas warga di daerah pedalaman ini belum tersentuh program semenisasi pemerintah. Padahal, akses tersebut sangat vital bagi kelancaran ekonomi dan pendidikan.

Melalui laporan ini, warga berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah Desa maupun Dinas terkait di tingkat daerah.

“Kami meminta tim survei dari pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan. Lihatlah kondisi kami di pedalaman agar kebijakan pembangunan tepat sasaran dan ada pemerataan, sehingga tidak ada lagi wilayah yang dianaktirikan,” tegas warga setempat.

Aksi swadaya ini menjadi teguran halus sekaligus bukti nyata bahwa masyarakat tidak tinggal diam. Namun, untuk pembangunan yang berkelanjutan dan berkualitas, campur tangan pemerintah melalui kucuran dana pembangunan tetap menjadi kunci utama demi mewujudkan jalan pedalaman yang layak dan bebas becek di masa depan.

Laporan: Tim Media Voice Post

Lokasi:RT.15/RW16 Desa Pasir Agung, DK1 SKPC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *