Tulang Bawang -Lampung Program Gubernur Lampung Mirza melalui kepala dinas pendidikan provinsi Lampung Thomas Amriko untuk meringan kan biaya sekolah dirusak oleh oknum baik guru maupun oknum Kepala Sekolah SMA 3 Negeri Menggala.
Menindaklanjuti berita sebelum nya, terkait dugaan pihak sekolah SMA Negeri 3 Menggala mencari keuntungan melalui baju seragam, saat dihubungi melalui pesan Whatsapp oknum Kepala Sekolah SMA 3 Negeri Menggala enggan menjawab pertanyaan dari awak media.
Sebagaimana seharusnya kepala sekolah mampu memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada awak media pada saat mempertanyakan terkait dugaan mencari keuntungan dari biaya baju seragam yang bersumber dana dari wali murid sebesar .Rp:1.140.000 (Satu juta seeatus emapt puluh ribu ripiah) UUD keterbukaan Publik yang seharus nya di taati oleh pelaksana Negara ,apa lagi seorang Kepala Sekolah yang menstinya menjadi
suriteladan kepada paea murid guna penvegahan Koruosi dan Nepotisme harus di mulai dari bangku sekolah. Inimalah justru terkesan menghindar pertnyaan awak media untuk menggali infomasi lebih dalam, justru ini semakin kuat kecurigaan kami sebagai awak media pada saat kami juga mempertanyakan kepada guru-guru yang ada di sekolah tersebut justru mereka enggan memberikan keterangan yang pasti dan ini patut diduga sudah terstruktur dan sistematis yang direncanakan dari awal untuk meraih keuntungan tersebut dari pembuatan baju seragam.
Diperparah lagi beredar kabar hasil percakapan salah satu oknum dengan guru SMA Negeri Manggala bahwasanya oknum guru tersebut mengatakan konveksi sudah diarahkan dari dinas pendidikan provinsi Lampung.
“Jawaban dari guru SMA Negeri 3 tersebut. Mohon maaf Pak ini bukan wewenang saya menjawab secara detailnya, karena Setahu saya konveksinya dari dinas provinsi,” Jawab salah satu Guru SMA Negeri 3 Menggala melalui pesan singkat WhatsApp.
Kami juga berharap kepada (APH) Aparat Penegak Hukuk di Wilayah Tulang Bawang agar segera melakukan lidik di sekolah SMA3 Negeri Menggala, agar tidak terjadi lagi yang memberatkan para wali murid yang tidak mampu..
Redaksi//
Voicepost.id
(Investigasi)
