Tapanuli Tengah, 6 Juli 2025 — Sejumlah warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Pondok Batu, Kecamatan Sarudik. Aksi penimbunan ini diduga telah berlangsung beberapa waktu selama tiga tahun dan meresahkan masyarakat setempat.
Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM di SPBU resmi, sementara harga eceran di tingkat pengecer melonjak tajam. “Sudah beberapa hari ini kami kesulitan mendapatkan BBM, padahal ini sangat dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Kami mendengar ada yang menimbun di Pondok Batu, makanya kami minta agar segera diusut,” ujar irpan, salah satu warga Pondok Batu, saat ditemui pada Minggu (6/7).
Selain merugikan masyarakat, juga merugikan negara,praktik penimbunan BBM juga dikhawatirkan dapat memicu kelangkaan yang lebih parah serta menimbulkan dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi nelayan di daerah tersebut. “Kami meminta Kapolres Tapanuli Tengah, dan juga APH,segera usut tuntas penimbunan bbm di pondok batu, secara profesional dan transparan,dan kami juga bermohon jika terbukti,pelaku bersalah untuk dijerat sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, jajaran pemerintah daerah juga diharapkan turun tangan untuk melakukan pengawasan lebih ketat di lapangan serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran. Hingga saat ini, warga masih menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum dan berharap kasus penimbunan BBM di Pondok Batu segera dituntaskan demi menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM di Tapteng.tutur irpan.
Redaksi//
Voicepost.id
(Investigasi)
