General Manager CU AHA Maluku: Kantor Permanen Saumlaki Perkuat Kredibilitas dan Kedaulatan Ekonomi Tanimbar
Oleh: Johanis Kopong
https://voicepost.id/wp | Saumlaki – Rabu, 9 September 2026. Peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor permanen Credit Union Ain Hov Ain (CU AHA) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Saumlaki di Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, bukan sekadar agenda seremonial.
Bagi manajemen CU AHA Maluku, pembangunan kantor permanen tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat kredibilitas kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, sekaligus mempersiapkan masyarakat Kepulauan Tanimbar menghadapi perubahan ekonomi yang diperkirakan semakin besar seiring masuknya Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
General Manager CU AHA Maluku, Philips Rumlus, SE., mengatakan kantor yang representatif menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis koperasi tersebut.
Dana Pembangunan Berasal dari Pengelolaan Internal
Gedung yang dibangun di kawasan Jalan Tugu Ayam, Desa Sifnana, menurut Philips, dibiayai melalui mekanisme internal CU AHA.
Sumber pembiayaan antara lain berasal dari dana pembangunan yang disetorkan anggota ketika bergabung, efisiensi keuntungan lembaga, serta penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk kebutuhan pembangunan.
“Sumber dana yang kami gunakan untuk ini adalah pengisian dari keuntungan yang selama ini kita sisihkan sebagai dana yang kita persiapkan untuk dana pembangunan.
Selain itu juga bersumber dari dana pembangunan ketika anggota CU masuk, mereka langsung menyetor simpanan atau dana pembangunan yang besarnya adalah Rp100.000,” ujar Philips saat diwawancarai media ini.
Ia menjelaskan, sebagian keuntungan CU juga disisihkan dan dialokasikan untuk mendukung pembangunan aset lembaga.
“Sumber pertama, dan juga penyesuaian keuntungan dari CU itu sendiri yang kita sisihkan untuk dialokasikan dari SHU untuk pembangunan,” lanjutnya.
Dengan demikian, pembangunan kantor tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai pembangunan fisik, melainkan bagian dari pengelolaan aset dan penguatan kelembagaan CU AHA di Tanimbar.
Transparansi Menjadi Bagian dari Pertanggungjawaban
Philips menegaskan, pengelolaan dana koperasi harus berjalan dengan prinsip transparansi dan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.
Menurutnya, penggunaan dan pengelolaan keuangan lembaga dilaporkan melalui mekanisme organisasi, termasuk dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Pengelolaan koperasi itu kan menganut unsur transparansi. Dan pasti kita laporkan. Transparansi itu ada pada era Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang akan kita laporkan dalam setiap tahun,” jelasnya.
Laporan tersebut, lanjut Philips, disampaikan dalam bentuk laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada seluruh anggota. Prinsip ini menjadi penting karena CU AHA merupakan lembaga yang bertumpu pada partisipasi dan kepercayaan para anggotanya.
Kantor Permanen Perkuat Brand dan Kepercayaan Anggota
Lebih jauh, pembangunan kantor permanen di Saumlaki diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
Philips mengatakan, aset fisik tersebut bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana keberadaan kantor dapat mendukung pelayanan yang semakin profesional, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat bagi anggota.
“Harapannya adalah dengan pembangunan ini dapat memberikan dampak. Jadi tidak hanya soal fisik daripada aset lembaga ini, tapi lebih daripada itu adalah meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal kepada anggota di Kepulauan Tanimbar,” katanya.
Ia menilai keberadaan kantor permanen juga berkaitan erat dengan citra kelembagaan. “Dengan adanya kantor ini menjadi representatif bagi membangun brand, juga membangun kepercayaan bahwa ini ada lembaga yang profesional yang harus dikelola dengan baik.”
Menurut Philips, kantor permanen menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas CU AHA di tengah masyarakat. “Salah satu pengelolaan yang baik harus memiliki kantor permanen dan itu juga untuk meningkatkan kepercayaan, kredibilitas. Tentunya dengan begitu maka akan memberikan pelayanan yang berdampak bagi anggota,” tegasnya.
Saumlaki Menjadi Fokus Pengembangan
CU AHA telah hadir di wilayah Tanimbar sejak 2019. Dalam perkembangannya, lembaga tersebut kini memiliki jaringan pelayanan di sejumlah wilayah Maluku.
Philips menyebut total keanggotaan CU AHA telah mencapai sekitar 15.743 orang, sementara basis anggota di Saumlaki mencapai sekitar 2.500 orang.
“Kantor pusat ini di Langgur, cabangnya ada di Ambon, cabangnya ada di Saumlaki, cabangnya ada di Kota Tual, ada di Kei Besar. Semua cabang tentunya punya keunikan dan keunggulan masing-masing,” ujarnya.
Saumlaki, menurut dia, memiliki posisi strategis karena wilayah ini diproyeksikan mengalami perkembangan ekonomi seiring pelaksanaan PSN Blok Masela. Karena itu, CU AHA memandang Saumlaki sebagai salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan pelayanan dan pemberdayaan ekonomi anggota.
“Saumlaki kebetulan daerah yang baru mulai. Ke depan ada program PSN yang masuk. Kita menganggap bahwa Saumlaki harus juga menjadi fokus prioritas kita untuk pelayanan agar juga bagaimana mempersiapkan masyarakat di sini untuk menghadapi program yang baik ke depan,” kata Philips.
Jangan Hanya Menjadi Penonton Blok Masela
Pembangunan kantor CU AHA kemudian ditempatkan dalam konteks yang lebih luas: bagaimana masyarakat lokal dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi yang dipicu investasi besar di Tanimbar.
Philips mengingatkan, masyarakat harus mulai memetakan peluang ekonomi yang muncul dan menyiapkan kapasitas usaha sejak dini.
Menurutnya, masuknya PSN Blok Masela tidak cukup hanya dilihat sebagai peluang lapangan pekerjaan di perusahaan besar. Masyarakat juga harus mampu membangun usaha pendukung yang dibutuhkan oleh aktivitas ekonomi baru tersebut.
“Masyarakat perlu harus disiapkan secara ekonomi untuk juga menghadapi program nasional strategis, sehingga kita tidak jadi penonton saja,” ujarnya.
Ia mencontohkan kebutuhan terhadap tempat tinggal, usaha kos-kosan, peternakan, telur, sayur-mayur dan berbagai kebutuhan konsumsi masyarakat yang berpotensi meningkat ketika aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk bertambah.
“Masyarakat di sini jangan hanya menjual tanah, tetapi bagaimana caranya untuk bisa membangun bisnis kos-kosan, juga untuk peternakan, dan seterusnya,” katanya.
Menurut Philips, peluang tersebut membutuhkan perencanaan, modal, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.
“Kalau kita tidak siap dan kita perlu modal, ini harus butuh perencanaan yang baik ke depan bagaimana kita membaca peluang,” pungkasnya.
Membangun Fondasi Ekonomi dari Sekarang
Dalam perspektif tersebut, pembangunan kantor permanen CU AHA KCP Saumlaki tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sebuah gedung baru.
Ada agenda yang lebih besar, yakni memperkuat institusi keuangan anggota sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat lokal agar mampu mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi Tanimbar.
Dengan semakin dekatnya momentum pengembangan PSN Blok Masela, tantangan bagi masyarakat lokal bukan hanya bagaimana memperoleh pekerjaan, tetapi juga bagaimana menciptakan usaha dan menguasai rantai ekonomi yang tumbuh di sekitar proyek tersebut.
CU AHA berharap kehadiran kantor permanen di Saumlaki dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pelayanan keuangan, membangun kepercayaan anggota, serta mendorong masyarakat agar lebih siap mengelola peluang ekonomi yang muncul.
Rangkaian peletakan batu pertama pembangunan gedung diawali dengan upacara adat oleh tetua adat Desa Sifnana, kemudian dilanjutkan ibadah pemberkatan lokasi dan alat kerja oleh Vikaris Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan MBD. Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus, manajemen, serta perwakilan anggota CU AHA.
Sumber: CU AHA KCP Saumlaki
